Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji bagi Allah Tuhan yang Awal dan Yang Akhir.
Sang Pengatur Kehidupan kita, kapan kita mati dan kapan kita hidup.
malam ini sembari kutak katik keyboard, saya temukan sebuah filem dari youtube sebagai berikut :
kematian itu tidak mengenal waktu dan tempat. Mengerikan....!!! Sebuah episode berakhirnya kehidupan seorang hamba Allah,dan menentukan kehidupan Nyata di akherat sana. Apakah akan berakhir dengan Suul Khotimah (Mati dan Keadaan Jelek) dan Khusnul Khotimah ( Mati Dalam Keadaan Baik ). Sebuah pilihan yang HARUS di pilih dan kita tidak bisa mengelak....
Kematian, tidak bisa kita jemput dan kita tidak bisa lari dari nya.
Entah dalam kondisi seperti apa kita ketika di panggil oleh sang malaikat Izrail. Hanya Allah yang Maha Tahu. Bayangkan ...! apa yang terjadi jika kita di panggil di waktu2 kita yang telah lewat dan dalam kondisi sedang berbuat maksiat? Naudzubillah. Segala Puji Bagi Allah Sampai saat ini kita masih di beri umur oleh-Nya untuk memperbaiki kesalahan2 kita. Alhamdulillah ya ALlah.
Semoga tulisan iniyang kita baca bisa menjadi bahan renungan semua, jadikan sisa umur kita umur yang berkualitas di hadapan-Nya dan Menolong kita ketika di hari pengadilan nanti.
Amin Ya Allah, jadikanlah sisa umur kami umur yang berkah dan barokah dan matikanlah kami dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amin
Video Tambahan :
1. Mati dalam keadaan berkhotbah
2. Mati dalam keaddan Jinah
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
2009-03-25
2008-09-05
Mulut mu, harimau mu....

Bahaya Lidah.
Kata orang “Mulutmu Harimaumu,
yang akan menerkammu”.
Rasulullah Shallallahu’alaihiwsallam
bersabda:” Yang dikatakan muslim
itu adalah manusia selamat dari
bahaya lidah dan tangannya”.
Imam Ali Radhiallhu’anhu berkata: ”Hati
yang jahat terletak pada mulutnya,dan
mulut yang baik, terletak pada hatinya”.
Terkadang kita sebagai manusia yang
penuh dengan segala kekurangan dan
kelebihan, akan selalu dihadapi dengan
segala macam problematika kehidupan.
Terkadang kita menghadapi berbagai benturan yang sama sekali kehadirannya tidak
diundang dan tidak terbersit dalam pikiran kita, dimana segala yang terjadi diluar
prediksi kita sebelumnya.
Disaat kita sedang menyupir mobil kita , tiba-tiba ditengah jalan ada saja mobil
yang menyecocos,hal ini akan menimbulkan rasa sakit dihati kita, maka seringnya
terjadi keluar kata-kata yang kurang enak kedengaran sama sekali ditelinga siapa
saja mendengarnya, cacian makian akan keluar dari mulut kita dari lidah kita yang
katanya tidak bertulang itu.
Ketika seorang ibu, melihat kenakalan anak-anaknya,tanpa disadari juga keluar
kata-kata yang sama sekali seharusnya hal itu tidak pantas dikeluarkan dari mulut
seorang ibu terhadap anaknya:”Anak sialan, anak kurang ajar, anak tak tau diuntung,
bodoh..dsbnya…”, seorang ibu kurang menyadari akan sabda Rasulullah :” Kullu kalam
addu’a, setiap perkataan itu adalah merupakan do’a”. (Astagfirullahaladziim,
semoga kita bertaubat bila hal ini terlanjur kita keluarkan disaat-saat emosi
kita datang).
Disaat seorang istri atau suami merasa disakiti pasangannya, tanpa disadari akan
keluar cacian makian, baik kepada pasangannya, ataupun musuhnya, semua itu keluar
dengan perasaan emosi yang amat sangat, tanpa kita bisa menyadari, dan berusaha
mencoba melatih diri kita untuk bisa menahan emosi, karena, Rasulullah
bersabda : “ Bukanlah dikatakan berani bagi mereka yang dapat mengalahkan musuhnya,
(yang bisa merasa memang atas sebuah pertikaian, perkelahian),Yang dikatakan berani
itu adalah mereka yang bisa menahan dirinya ketika dalam keadaan marah”.
Kita jarang, atau kurang atau bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa yang dikatakan
sabar atas segala musibah adalah mereka yang bisa bersabar disaat menghadapi problema
pertama sekali datang, bukan setelah itu. Hal ini dapat kita lihat dari sebuah hadits,
dari cerita seorang ibu yang menghadapi musibah akan kematian keluarganya, saat itu
Rasulullah memberikannya nasihat agar bersabar, apa kata perempuan itu pada Rasulullah,
:” Anda tidak tau apa-apa”, setelah rasulullah menghilang, diberitahukanlah kepada
[perempuan itu bahwa yang menegurnya tadi adalah Rasulullah, dan ia datang kepada
Rasulullah, apa jawab Rasulullah:”Sesungguhnya dinamakan kesabaran itu adalah sabar
ketika menghadapi goncangan yang pertama sekali.” : Rahima
Subscribe to:
Posts (Atom)