2008-09-05

Mulut mu, harimau mu....



Bahaya Lidah.

Kata orang “Mulutmu Harimaumu,
yang akan menerkammu”.
Rasulullah Shallallahu’alaihiwsallam
bersabda:” Yang dikatakan muslim
itu adalah manusia selamat dari
bahaya lidah dan tangannya”.
Imam Ali Radhiallhu’anhu berkata: ”Hati
yang jahat terletak pada mulutnya,dan
mulut yang baik, terletak pada hatinya”.

Terkadang kita sebagai manusia yang
penuh dengan segala kekurangan dan
kelebihan, akan selalu dihadapi dengan
segala macam problematika kehidupan.
Terkadang kita menghadapi berbagai benturan yang sama sekali kehadirannya tidak
diundang dan tidak terbersit dalam pikiran kita, dimana segala yang terjadi diluar
prediksi kita sebelumnya.

Disaat kita sedang menyupir mobil kita , tiba-tiba ditengah jalan ada saja mobil
yang menyecocos,hal ini akan menimbulkan rasa sakit dihati kita, maka seringnya
terjadi keluar kata-kata yang kurang enak kedengaran sama sekali ditelinga siapa
saja mendengarnya, cacian makian akan keluar dari mulut kita dari lidah kita yang
katanya tidak bertulang itu.

Ketika seorang ibu, melihat kenakalan anak-anaknya,tanpa disadari juga keluar
kata-kata yang sama sekali seharusnya hal itu tidak pantas dikeluarkan dari mulut
seorang ibu terhadap anaknya:”Anak sialan, anak kurang ajar, anak tak tau diuntung,
bodoh..dsbnya…”, seorang ibu kurang menyadari akan sabda Rasulullah :” Kullu kalam
addu’a, setiap perkataan itu adalah merupakan do’a”. (Astagfirullahaladziim,
semoga kita bertaubat bila hal ini terlanjur kita keluarkan disaat-saat emosi
kita datang).

Disaat seorang istri atau suami merasa disakiti pasangannya, tanpa disadari akan
keluar cacian makian, baik kepada pasangannya, ataupun musuhnya, semua itu keluar
dengan perasaan emosi yang amat sangat, tanpa kita bisa menyadari, dan berusaha
mencoba melatih diri kita untuk bisa menahan emosi, karena, Rasulullah
bersabda : “ Bukanlah dikatakan berani bagi mereka yang dapat mengalahkan musuhnya,
(yang bisa merasa memang atas sebuah pertikaian, perkelahian),Yang dikatakan berani
itu adalah mereka yang bisa menahan dirinya ketika dalam keadaan marah”.

Kita jarang, atau kurang atau bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa yang dikatakan
sabar atas segala musibah adalah mereka yang bisa bersabar disaat menghadapi problema
pertama sekali datang, bukan setelah itu. Hal ini dapat kita lihat dari sebuah hadits,
dari cerita seorang ibu yang menghadapi musibah akan kematian keluarganya, saat itu
Rasulullah memberikannya nasihat agar bersabar, apa kata perempuan itu pada Rasulullah,
:” Anda tidak tau apa-apa”, setelah rasulullah menghilang, diberitahukanlah kepada
[perempuan itu bahwa yang menegurnya tadi adalah Rasulullah, dan ia datang kepada
Rasulullah, apa jawab Rasulullah:”Sesungguhnya dinamakan kesabaran itu adalah sabar
ketika menghadapi goncangan yang pertama sekali.” : Rahima

2008-08-29

Di sini nangis di sana nangis....di mana-mana....

Kata mitos, anak cowok tabu nangis. Bener begitu? Apa iya cowok kagak boleh menitikkan air mata? Kan, cowok juga manusia? Kamu kudu simak penjelasannya.

Jadi anak cowok nggak enteng juga. Ada ‘aturan’ beribet yang mengekang anak-anak cowok. Salah satunya soal nangis. Lama dislogankan kalo anak cowok kagak boleh nangis, boys don’t cry. Pokoknya, malu-maluin deh kalo sampe ada anak cowok yang meneteskan air mata (kecuali kelilipan atau kecolok golok!). Cowok selalu dituntut tegar, kuat, en tahan banting. Kalo gampang meneteskan air mata – apalagi sampai jejeritan (mèwèk kata orang Bandung, mah!), bisa disebut banci. Kayak cewek aja, lu! Kata cowok-cowok yang lain.

Ini nggak cuma kata sesama cowok, tapi juga menurut mayoritas kaum cewek. Di mata cewek, cowok itu jangan cengeng. Biar cewek aja deh yang jadi makhluk penumpah air mata. Cowok justru harus jadi mahluk yang bisa menguatkan hati dan iman (taela!) cewek, juga tempat cewek menumpahkan air matanya. Makanya, di banyak lagu-lagu cinta selalu ada kalimat “I will be your shoulder to cry on”. Itu maksudnya, bahu si cowok kudu jadi tempat cewek menangis, bukan sebaliknya.

Cowok pantes nangis

Wah, wah, wah, apa iya cowok-cowok kagak sah kalo nangis? Padahal kan cowok en cewek sama-sama dikasih Allah kelenjar air mata, masa’ nggak boleh nangis? Ihik…ihik

Lalu apa sih yang bisa bikin cowok menangis? Nah, ini beda-beda jawabannya. Ada cowok yang bisa jadi melankolis kalo diputus cewek, seperti kata Annur. Macam-macam. Belum tentu satu kejadian bisa mengundang cucuran air buat cowok yang lain. Patah hati, misalkan, nggak bikin semua cowok sedih.

Hal lain juga datang dari Arif. Kata mahasiswa yang lagi nguber tugas akhir di kampusnya ini, nggak ada masalah cowok menangis. Cowok juga kan manusia (ampuuun Candil Seurieus!). Hanya menurut cowok jangkung ini, kaumnya pantes banget nangis karena menyesali dosa-dosa, misalkan. Setujuuu!

Ia sendiri ngaku pernah nangis gara-gara nonton layar tancep yang nayangin film 1 litre of tear (nonton-nya bareng2 d asrama lagi...hue hue... :D ). Ngakunya sih, semua jama’ah, eh penonton juga sama-sama terharu, hanyut dalam suasana film yang menguras air mata itu. Ihik…ihik.

Nah, apapun alasannya, para cowok emang bisa en boleh menangis, kok. Jadi kagak usah malu untuk menangis, boyz, please deh!

Sehat & penting

Tapi, emang tetap harus diakui, tangisan cowok emang nggak sesering cewek. Kalau cewek mah, peka banget. Kesinggung dikit, matanya berkaca-kaca (tapi nggak sampai kaca riben apalagi kaca nako), keinjek jempolnya – apalagi pake mesin giling – bisa nangis. Untuk cowok, kagak segampang itu. But, ini bukan berarti tangisan cewek itu tangis murahan la yauw!

Aturan konvensional emang memperlakukan cowok jadi mahluk yang keras. Menangis itu tanda kelemahan dan kagak maskulin atawa jantan. Makanya, kaum cowok suka jaim – jaga imej --. Mereka bakal tengsin berat kalau sampai ketahuan nangis di muka umum, apalagi di muka hakim (he…he…). Mereka lebih milih nahan nangis meski hatinya remuk redam kayak kacang ijo dibikin bakpia pathok.

Hal inilah yang coba diluruskan oleh Profesor Bernard Capp, ahli sejarah dari University of Warwick. Kata dia, rugi banget kalo cowok nahan-nahan diri untuk menangis. Karena, menahan tangisan itu ternyata beresiko untuk kesehatan. Untungnya, lanjut Prof yang satu ini, mental para cowok udah berevolusi sehingga kini jadi gampang nangis. Salah satunya, adalah berkat jasa sepakbola. Kagak percaya? Liat aja, begitu kesebelasan AC Milan keok di tangan Liverpool di final Liga Champion, si gelandang ganteng asal Brazil, Kaka dan striker Sheva yang biasanya ‘garang’ di depan gawang lawan, justru sesenggukan bareng para supporter-nya.

Para psikolog juga bilang buat cowok menangis itu sama pentingnya kayak cewek. Psikolog klinis Ron Bracey mengatakan, menangis baik bagi tubuh kita. Menangis mengatur fungsi penting dengan melepaskan hormon stress. Nah, nangis itu sehat, bro!

Nangis Yang Baik

Meski menangis itu boleh, para cowok harus tahu apa saja yang pantas ditangisi dan gimana caranya. Ingat, hukum asal perbuatan itu terikat hukum syara’. Karena nangis itu perbuatan, maka harus ikut aturan Islam. Gimana nangis yang halal dan berpahala, dan yang haram ya jangan ditangisi. Misalnya, nggak pantas seorang muslim menangisi Ariel Sharon seandainya dia koit. Apalagi sampai mendoakan agar dia diterima iman dan amalnya. Lha wong dia memusuhi Islam dan membunuhi kaum muslimin, ya mana bisa diterima baik-baik sama Allah. Pastinya dia bakal nyungsep ke neraka jahanam.

Ada beberapa tangisan yang dibolehkan dan dianjurkan agama, yakni:

§ Saat mendapat musibah, seperti kematian orang yang dikasihi. Imam Muslim meriwayatkan bahwa suatu ketika salah seorang putra Rasulullah saw. sakit keras. Kemudian beliau memangkunya sedangkan nafas anak itu telah tersengal-sengal. Maka jatuhlah air mata Rasulullah saw. membasahi pipi. Sahabat beliau, Sa’ad bin Ubadah ra. yang menyaksikan hal itu bertanya, “Apakah air mata ini (mengapakah engkau menangis sedang engkau melarang meratap)?” Rasulullah saw. menjawab, “Air mata itu bukti rahmat yang telah diletakkan Allah dalam hati hambaNya. Sesungguhnya Allah akan mengasihi hamba-hambaNya yang berkasih sayang pada sesamanya.”

§ Nangis karena inget dosa, takut pada Allah. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu masuk lagi ke dalam payudara.”(HR. Tirmidzi). Boyz, jangan pernah lupa ama dosa-dosa, apalagi sampe nyombongin diri. Amit-amit. Ada baiknya kita renungkan kesalahan yang udah kita lakuin; ngelawan ortu, bohong, lupa shalat 5 waktu, ngelirikin cewek, ngegodain cewek, dsb. Rasulullah saw. juga pernah ngingetin kita supaya nggak ngebanggain amal baik kita karena belum tentu diterima Allah, dan jangan ngelupain dosa-dosa yang udah kita kerjain karena Allah pasti mencatatnya. So, menangislah jika kita pernah berbuat kesalahan, itu tanda hambaNya yang beriman.

§ Nangis waktu membaca atau mendengar al-Quran. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw. mendengar sahabat Nabi saw. yang bernama Abdullah bin Mas’ud membaca Al Qur’an, beliau mencucurkan air mata. Begitu pula Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang sering menangis saat membaca al-Quran.

Menangis saat membaca al-Quran adalah tanda kekhusyu’an. Hal inilah yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Kalau mereka membaca ayat-ayat tentang neraka, mereka menghentikan sejenak membacanya lalu berdoa sambil menangis, berharap mereka bukan termasuk penghuninya. Lalu saat membaca ayat-ayat yang berkisah tentang surga, mereka juga menangis dan berdoa, berharap agar termasuk ke dalam golongan penghuninya.

Selain itu, para ulama juga menganjurkan kita untuk menangis saat membaca al-Quran. Mereka juga bilang, kalau kita tidak bisa menangis saat membaca ayat-ayat Allah, maka menangislah karena hal itu memang pantas ditangisi. Khawatir hati kita sudah menjadi batu, tidak tergetar dengan ayat-ayatNya. “Orang-orang yang jika disebut nama Allah bergetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah keimanannya.” (QS al-Anfal [8]: 2)

§ Nangis waktu shalat. Ini bukan karena kaki kita keinjek makmum sebelah kita. Tapi menangis karena perasaan takut dan cinta kepada Allah. Bro, Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang terbiasa menangis ketika shalat. Pernahkah kita demikian? Semoga. [januar, dari berbagai sumber]





okey....peace ah....

Gelas Pecah...Visitor Hilang...Gelas PM 1

Waduh judul nya gue banget (mang kenapa?), gini
gelas pecah
ini terjadi ketika aq datang pertama kali ke jatis dan di sana mulai dilakukan review ulang buat mapping qt akan dimasukan ke proyek mana , ceritanya qt dikasih minum , kebetulan si OB ngasih minum qt2, dan entah kenapa katro nya qt2 , s gelas itu d maen2in. Sambil nunggu Ujung nya qt ketawa yang tidak terkontrol dan akhirnya sikut saya kena ke itu gelas,,,dan
twewewew wew wew eh salah bunyi crak...crett gombreengggg si gelas pecah,

bay ieu kumaha,
bereskeun wae tah eta kaca na
haduh -haduh....!

Gelas Pecah…Visitor Hilang…Gelas PM 2

Gelas PM...Lanjutan
Waduh apa yang terjadi dengan gelas PM, Nah waktu berbuka puasa telah tiba, sajiaan buka puasa sudah disediakan OB, termasuk teh manis, aq sibuk dengan coding q waktu itu yang berdampak kepada gk kebagian gelas.
Aq males ngambil ke pentry, dan rezeqi yang berujung petaka , ada gelas orange berbeda dari gelas lain nya, sungguh menggiurkan klo aq gunakan untuk minum berbuka, yang sungguh sangat haus perasaan q waktu itu. Akhirnya dengan berani, bak pahlawan kemerdekaan yang berjuang melawan belanda sekaligus perasaan acuh, aq ambil tuh gelas. Aq isi dengan air dingin dan aq minum dari gelas tersebut, akhirnya aq mendapatkan yang aq inginkan hari itu di lanjut dengan nontong film naruto episode terakhir.

ramadhan-ku

Wah , waktu menjelang buka puasa , sampai saat ini asign dari team lead trus berubah - rubah permintaannya, alhasil semua itu berdampak deadline hari ku hari ini. Yang bisa kulakukan sekarang adalah hanya bisa bersabar.

Adzan magrib pun berkumandang, aq ambil segelas kollek dan satu buah nasi kotak, aq buka dengan perasaan malas berbuka, tapi terus berusaha untuk tetap menyambut waktu berbuka dengan semangat kemudian kulanjutkan sholat magrib.

Selepas magrib aq ditanya sama team lead ku, “Gak bawa hp ya?” , jawabku, “mang kenapa gitu?”, “gk tadi aq mcall-mcall tp gk mau nyambung, lama banget !”

“Eh gini , km sekarang dapat asignt baru, ini harus selesai malam sekarang juga !”

“Pak , sekarang kan malam nuzulul quran”, aq berharap untuk minta izin malam sekarang aja.

“Ya sama bapak juga pengen pulang cepat, cuma ini kan tanggung jawab !”

Ya, mudah-mudahan untuk ramadhan tahun depan dapat lebih baik dan terkhususu nuzulul quran. Ya, tiada kata menyerah bagi seorang muslim manakala di di hempit dalam kesibukan maka itu lah namanya hidup.

Hidup tidak akan selamanya indah , sebagaimana langit tak selalu cerah , malam tak selalu berbintang, ini baru cobaan kecil, keep smile and istiqomah )

sisi lain ramadhan

Ramadhan mendorong hamba-hamba Allah swt untuk berpacu meningkatkan kuantitas dan kualitas amal. Sekaligus untuk menghargai waktu dan memanfaatkan secara optimal tempat-tempat yang di sukai Allah swt. Itulah tiga dimensi yang manusia pasti melalui, menghadapi, dan mengalaminya dalam kehidupan mereka. Yaitu, dimensi ruang, dimensi waktu dan dimensi perbuatan. Ketika manusia mampu mengendalikan ketiga dimensi tersebut, pastilah ia menjadi orang yang sukses, bahagia di dunia dan akhirat. Dan Ramadhan mengkondisikan hamba-hamba Allah swt. untuk mengendalikan tiga dimensi tersebut sekaligus secara efektif.

Dimensi Waktu

Saudaraku, Ramadhan menyuguhkan kepada kita waktu-waktu yang sangat mahal di mata Allah swt. Adalah waktu sahur, waktu menjelang berbuka, waktu sepertiga malam, bahkan waktu-waktu di saat manusia bero’da ketika kondisi shaum dikabulkan oleh Allah swt.

asrama pilihan warna hidup-ku

asrama? emh...asrama polban...yap

kuliah di luar kota,datang sendiri u daftar ulang. bingung harus ngapain, apa yang harus ana lakukan ketika pertama kali datang ke bandung. adalah kang nanda (sekarang mah se-angkatan) yang menawari untuk menjadi penghuni asrama.

Kesan pertama ketika terbayang asrama adalah